Tanggal 01 Desember 2020, tulisan ini saya upload di blog baru saya, tepat dihari ulang tahun ananda kedua saya, hafiyan Ahmad Naufan ke 18 tahun.
Tulisan ini dibuat di bulan Maret 2020 untuk melengkapi buku yang berisikan tulisan emak emak keren orang tua teman seangkatan fiyan di pendidikan di SMA Boarding School Al Bayan.
Saya memilih judul tulisan " Setiap Anak Terlahir Istimewa"
Tiga tahun tinggal dan belajar di
Pesantren Unggul Al Bayan bukanlah waktu yang sebentar, pastinya banyak
pengalaman dan pelajaran yang didapat. Jika ditanya untuk menyebutkan satu kata
tentang Al Bayan Sukabumi, saya akan
menjawab “Menenangkan”, menenangkan karena saat di Al Bayan, terjaga lingkungan
islaminya, dapat ilmu agama dan pastinya ilmu dunia. Orang tua tenang melepas
ananda, anak pun tenang untuk menuntut ilmu di Al Bayan. Kecerdasan akademik dapat,
atitude dapat, sholeh dapat…Insyaa Allah….
Dengan reputasi Al Bayan dimana setiap tahunnya lebih dari 90% lulusannya diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan Universitas lainnya yang ternama karena kualitasnya, bukan hal mudah bagi anak saya yang kedua ini untuk berjuang masuk ke Al Bayan. Secara hafiyan anak kedua saya ini terlahir dengan kemampuan akademik yang tidak terlalu menonjol dibanding kakaknya, tapi saya percaya setiap anak terlahir istimewa dan mempunyai jenis kecerdasan yang berbeda.
Hafiyan mempunyai kecerdasan interpersonal, musical
dll dan bukan kecerdasan matematis, sehingga
dari awal berjuang fiyan masuk Al Bayan bukanlah hal yang mudah. Awal
test tidak lulus, tetapi diterima di Al Bayan cabang anyer. Karena kakaknya
sudah sekolah di Al Bayan, saya berikhtiar minta kebijakan Kepala Sekolah untuk
test ulang, hasilnya ? tetap tidak lolos ..hehehehe…tapi saya tetap berdoa dan
membesarkan hati hafiyan untuk dengan ikhlas bersekolah di Al Bayan Anyer.
Dua kali test tidak diterima, akhirnya hafiyan pun menerima untuk sekolah di Al Bayan Anyer. Sebagai orang tua, saya tetap berikhtiar meminta kepada sekolah diberi kesempatan untuk bersekolah bareng kakaknya dan saat itu masih dijawab tidak bisa karena quota sudah penuh. Saya pun pasrah.
Qodarullah, saat kami sedang liburan, sebelum
masa masuk Sekolah tiba, saya dihubungi oleh Kepala Sekolah yang pada akhirnya
memutuskan untuk menerima hafiyan sebagai siswa Al Bayan Sukabumi, karena ada
satu siswa mundur sebelum masuk Al Bayan. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, Allah
mengabulkan doa kami. Allahu Akbar.
Anak saya yang kedua ini memang punya histori yang bagi saya luar biasa, saat masuk SMP Negeri Favorit nomor 1 se Jakarta Barat, fiyan berhasil lolos dengan peringkat dua dari bawah..hehehe…nyaris terpental, karena saat itu berlaku system quota.
Tapi
siapa sangka saat lulus dari SMP, dengan belajar giat dan semangat memperbaiki
diri, hafiyan berhasil mendapatkan nilai ujian sangat baik, dan pastinya bukan
peringkat rendah di SMPnya J.
Saat ini kami berharap di Al Bayan pun, di akhir kelulusan, fiyan mendapatkan
prestasi sangat baik , diterima di PTN yang diinginkan.Aamiin.
Tidak seperti kakaknya yang dari
awal sudah mengincar program SNMPTN dan Alhamdulillah lolos di IPB di program
tersebut, sepertinya untuk hafiyan memang harus berjuang keras, tapi kami
sebagai orang tua hanya bisa berdoa dan support, tetap memberi apresiasi atas
usaha kerasnya. Semoga akan indah pada akhirnya..Aamiin.
Lain si kakak lain si adek dan
memang benar ya, setiap anak berbeda. JIka kakaknya saat masuk Al Bayan, perlu
tangisan berderai di saat awal masuk Al Bayan. Sudah tak terhitung banyaknya
tetesan air mata ketika mengantar saat awal masuk sekolah, saat liburan
berakhir mengantar Ananda kembali ke Al Bayan, menangis bareng di kamar asrama,
atau di teras masjid, melihat Ananda
tidak ikhlas ditinggal orangtuanya. Perlu jurus motivasi dan perkataan yang
tertata rapi untuk menguatkan. Memang semua perlu waktu, perlu proses.
Alhamdulilah pada akhirnya si kaka ikhlas menerima sekolah di Al Bayan dan
berbuah manis di akhir kelulusan. Allahu Akbar.
Nah, kalau hafiyan ini lain,
Alhamdulilah memang dari awal ingin bersekolah bareng kakaknya, jurus kami
menginfluence hafiyan berhasil,hehehehe. Sejak kakaknya sekolah di Al Bayan,
saya selalu promosi tentang Al Bayan melalui kegiatan kegiatan dan suasana
serunya yang saya dapat dari grup Angkatan 18 Al Bayan,.Dari suasana asrama,
kegiatan ibadah, ektra kurikuler, kegiatan awal pengenalan sekolah , saat idul
adha, acara 17 an dll, akhirnya membuat hafiyan ingin bersekolah di Al Bayan, sehingga saat awal masuk diterima,
kami tidak perlu banyak mengeluarkan tangisan darah seperti halnya dengan kakak
nya. Air mata sedikit mah ada…. J
air mata kangen pastinya.
Melanjutkan kisah di Al Bayan,
fiyan memang bukan termasuk penyumbang prestasi di Al Bayan, tapi bagi kami
banyaknya perubahan sikap hafiyan selama sekolah di Al Bayan sudah membuat kami
bersyukur.
Disaat akhir pun, saat kami
telfon hafiyan sekitar jam 9 malam, beberapa kali kami dapati fiyan sedang
berada dimesjid, belajar bareng teman temannya, dan beberapa kali belajar
dibantu dengan temannya dan fiyan juga suka cerita belajar bareng guru saat di
asrama. Semua dilakukan dengan senang hati, dengan semangat, tanpa ada keluhan.
Bahkan sampai libur 4 hari dirumah pun, fiyan minta dicarikan guru privat. Kata
Fiyan “ sayang waktunya mi…ak mau tetap belajar ah saat liburan”. Masyaa Allah,
motivasi belajar yang luar biasa dari sekolah, dikelilingi teman teman yang
baik dan saling support, guru guru dan
Kepala Sekolah yang juga hebat. Bersyukurnya kami bisa menyekolahkan anak anak
di Al Bayan. Ditambah lagi orang tuanya yang super duper keren, kompak, saling
support. Tak terhitung deh, support doa, saran membangun, tenaga dan yang pasti
support makanan untuk sholgan. Luar biasahhh…Terimakasih ayah bunda angkatan
19.
Semoga air mata menahan rasa
kangen yang terobati saat dapat foto dan video di grup Angkatan Al Bayan, dan
doa serta munajat kepada NYA saat bangun ditengah malam mendapatkan hasil baik
di akhir kelulusan. Aamiin, terimakasih kepada Kepala Sekolah , guru guru ,
pembina asrama dan staff Al Bayan yang telah membantu hafiyan menjadi lebih
baik di segala hal, semoga semua diberi kesehatan, kebahagiaan dunia akhri dan
menjadi timbangan amal kebaikan di akhirat nanti. Aamiin.
By : Dewi Kurniasari, uminya
Hafiyan Ahmad Naufan
Dan...terimakasih kesayangan umi hafiyan...setelah tulisan ini diupload...di tanggal 01 Desember 2020.
Alhamdulillah, hafiyan berhasil lulus diterima di dua perguruan tinggi Negeri ternama, di Universitas Dipenogoro dan Universitas Padjajaran jurusan Ilmu Komunikasi.
Antara percaya dan tidak percaya, secara fiyan punya history nilai akademik yagn bukan kategori terdepan saat Sekolah dulu, Allahu Akbar...tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah..
You Are What you think..Allah berbuat sesuai prasakangka hambaNYA.
Hafiyan terbukti selalu memberikan kejutan saat akhir jenjang sekolah, next..semoga lulus memuaskan ,sukses menyelesaikan pendidikan Sarjananya di Universitas Padjajaran..ilmunya dapat segera di manfaatkan bagi orang banyak..Aamiin


MasyaAllah keren ustadzah
BalasHapusJazakillah ustadzah
HapusBarokallah...umi hafiyan...senang sekali zaky bersama hafiyan di Albayan...smoga kita senantiasa terjaga silatirahminya...sukses buat hafiyyan...❤
BalasHapusAamiin..jazakillah bu erni..smg Makin sukses jg ya utk bu erni .sy msh hrs banyak belajar Ney .Dr bu erni Salah satunya..hehehe
HapusJazakamullah
BalasHapusKeren bunda..... semoga para sholgan kita semakin sholeh, terwujud cita-citanya....
BalasHapusAamiin..jazakillah bu erni
HapusMantulllll abissss......semoga ke depan sholgan tetap istiqamah dan sukses selaluuu....
BalasHapusAamiin.terimakasih mama
HapusTidak ada yang sia-sia bila mau berusaha dan tetap semangat ...
BalasHapusSukses selalu buat fiyan, naufal dan umi dewi
Aamiin..terimakasih tante sita...doa yang sama untuk tante sita dan keluarga
Hapus