Senin, 30 November 2020

Setiap Anak Terlahir Istimewa - from Untold Story "SCHAFF SENIOREN"

Tanggal 01 Desember 2020, tulisan ini saya upload di blog baru saya, tepat dihari ulang tahun ananda kedua saya, hafiyan Ahmad Naufan ke 18 tahun.

Tulisan ini dibuat di bulan Maret 2020 untuk melengkapi buku yang berisikan tulisan emak emak keren orang tua teman seangkatan fiyan di pendidikan di SMA Boarding School Al Bayan.

Saya memilih judul  tulisan " Setiap Anak Terlahir Istimewa"



Tiga tahun tinggal dan belajar di Pesantren Unggul Al Bayan bukanlah waktu yang sebentar, pastinya banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat. Jika ditanya untuk menyebutkan satu kata tentang  Al Bayan Sukabumi, saya akan menjawab “Menenangkan”, menenangkan karena saat di Al Bayan, terjaga lingkungan islaminya, dapat ilmu agama dan pastinya ilmu dunia. Orang tua tenang melepas ananda, anak pun tenang untuk menuntut ilmu di Al Bayan. Kecerdasan akademik dapat, atitude dapat, sholeh dapat…Insyaa Allah….

Dengan reputasi Al Bayan dimana setiap tahunnya lebih dari 90% lulusannya diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan Universitas lainnya yang ternama karena kualitasnya, bukan hal mudah bagi anak saya yang kedua ini untuk berjuang masuk ke Al Bayan. Secara hafiyan anak kedua saya ini terlahir dengan kemampuan akademik yang tidak terlalu menonjol dibanding kakaknya, tapi saya percaya setiap anak terlahir istimewa dan mempunyai jenis kecerdasan yang berbeda

Hafiyan mempunyai kecerdasan interpersonal, musical dll dan bukan kecerdasan matematis, sehingga  dari awal berjuang fiyan masuk Al Bayan bukanlah hal yang mudah. Awal test tidak lulus, tetapi diterima di Al Bayan cabang anyer. Karena kakaknya sudah sekolah di Al Bayan, saya berikhtiar minta kebijakan Kepala Sekolah untuk test ulang, hasilnya ? tetap tidak lolos ..hehehehe…tapi saya tetap berdoa dan membesarkan hati hafiyan untuk dengan ikhlas bersekolah di Al Bayan Anyer.

Dua kali test tidak diterima, akhirnya hafiyan pun menerima untuk sekolah di Al Bayan Anyer. Sebagai orang tua, saya tetap berikhtiar meminta kepada sekolah diberi kesempatan untuk bersekolah bareng kakaknya dan saat itu masih dijawab tidak bisa karena quota sudah penuh. Saya pun pasrah.

Qodarullah, saat kami sedang liburan, sebelum masa masuk Sekolah tiba, saya dihubungi oleh Kepala Sekolah yang pada akhirnya memutuskan untuk menerima hafiyan sebagai siswa Al Bayan Sukabumi, karena ada satu siswa mundur sebelum masuk Al Bayan. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, Allah mengabulkan doa kami. Allahu Akbar.

Anak saya yang kedua ini memang punya histori yang bagi saya luar biasa, saat masuk SMP Negeri Favorit nomor 1 se Jakarta Barat, fiyan berhasil lolos dengan peringkat dua dari bawah..hehehe…nyaris terpental, karena saat itu berlaku system quota. 

Tapi siapa sangka saat lulus dari SMP, dengan belajar giat dan semangat memperbaiki diri, hafiyan berhasil mendapatkan nilai ujian sangat baik, dan pastinya bukan peringkat rendah di SMPnya J. Saat ini kami berharap di Al Bayan pun, di akhir kelulusan, fiyan mendapatkan prestasi sangat baik , diterima di PTN yang diinginkan.Aamiin.

Tidak seperti kakaknya yang dari awal sudah mengincar program SNMPTN dan Alhamdulillah lolos di IPB di program tersebut, sepertinya untuk hafiyan memang harus berjuang keras, tapi kami sebagai orang tua hanya bisa berdoa dan support, tetap memberi apresiasi atas usaha kerasnya. Semoga akan indah pada akhirnya..Aamiin.

Lain si kakak lain si adek dan memang benar ya, setiap anak berbeda. JIka kakaknya saat masuk Al Bayan, perlu tangisan berderai di saat awal masuk Al Bayan. Sudah tak terhitung banyaknya tetesan air mata ketika mengantar saat awal masuk sekolah, saat liburan berakhir mengantar Ananda kembali ke Al Bayan, menangis bareng di kamar asrama, atau di teras masjid,  melihat Ananda tidak ikhlas ditinggal orangtuanya. Perlu jurus motivasi dan perkataan yang tertata rapi untuk menguatkan. Memang semua perlu waktu, perlu proses. Alhamdulilah pada akhirnya si kaka ikhlas menerima sekolah di Al Bayan dan berbuah manis di akhir kelulusan. Allahu Akbar.

Nah, kalau hafiyan ini lain, Alhamdulilah memang dari awal ingin bersekolah bareng kakaknya, jurus kami menginfluence hafiyan berhasil,hehehehe. Sejak kakaknya sekolah di Al Bayan, saya selalu promosi tentang Al Bayan melalui kegiatan kegiatan dan suasana serunya yang saya dapat dari grup Angkatan 18 Al Bayan,.Dari suasana asrama, kegiatan ibadah, ektra kurikuler, kegiatan awal pengenalan sekolah , saat idul adha, acara 17 an dll, akhirnya membuat hafiyan ingin bersekolah di  Al Bayan, sehingga saat awal masuk diterima, kami tidak perlu banyak mengeluarkan tangisan darah seperti halnya dengan kakak nya. Air mata sedikit mah ada…. J air mata kangen pastinya.

Melanjutkan kisah di Al Bayan, fiyan memang bukan termasuk penyumbang prestasi di Al Bayan, tapi bagi kami banyaknya perubahan sikap hafiyan selama sekolah di Al Bayan sudah membuat kami bersyukur.

Disaat akhir pun, saat kami telfon hafiyan sekitar jam 9 malam, beberapa kali kami dapati fiyan sedang berada dimesjid, belajar bareng teman temannya, dan beberapa kali belajar dibantu dengan temannya dan fiyan juga suka cerita belajar bareng guru saat di asrama. Semua dilakukan dengan senang hati, dengan semangat, tanpa ada keluhan. Bahkan sampai libur 4 hari dirumah pun, fiyan minta dicarikan guru privat. Kata Fiyan “ sayang waktunya mi…ak mau tetap belajar ah saat liburan”. Masyaa Allah, motivasi belajar yang luar biasa dari sekolah, dikelilingi teman teman yang baik dan saling support, guru guru  dan Kepala Sekolah yang juga hebat. Bersyukurnya kami bisa menyekolahkan anak anak di Al Bayan. Ditambah lagi orang tuanya yang super duper keren, kompak, saling support. Tak terhitung deh, support doa, saran membangun, tenaga dan yang pasti support makanan untuk sholgan. Luar biasahhh…Terimakasih ayah bunda angkatan 19.

Semoga air mata menahan rasa kangen yang terobati saat dapat foto dan video di grup Angkatan Al Bayan, dan doa serta munajat kepada NYA saat bangun ditengah malam mendapatkan hasil baik di akhir kelulusan. Aamiin, terimakasih kepada Kepala Sekolah , guru guru , pembina asrama dan staff Al Bayan yang telah membantu hafiyan menjadi lebih baik di segala hal, semoga semua diberi kesehatan, kebahagiaan dunia akhri dan menjadi timbangan amal kebaikan di akhirat nanti. Aamiin.

 

By : Dewi Kurniasari, uminya Hafiyan Ahmad Naufan


Dan...terimakasih kesayangan umi hafiyan...setelah tulisan ini diupload...di tanggal 01 Desember 2020.

Alhamdulillah, hafiyan berhasil lulus diterima di dua perguruan tinggi Negeri ternama, di Universitas Dipenogoro dan Universitas Padjajaran jurusan Ilmu Komunikasi.

Antara percaya dan tidak percaya, secara fiyan punya history nilai akademik yagn bukan kategori terdepan saat Sekolah dulu, Allahu Akbar...tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah..

You Are What you think..Allah berbuat sesuai prasakangka hambaNYA. 

Hafiyan terbukti selalu memberikan kejutan saat akhir jenjang sekolah, next..semoga lulus memuaskan ,sukses menyelesaikan pendidikan Sarjananya di Universitas Padjajaran..ilmunya dapat segera di manfaatkan bagi orang banyak..Aamiin

  


11 komentar:

  1. Barokallah...umi hafiyan...senang sekali zaky bersama hafiyan di Albayan...smoga kita senantiasa terjaga silatirahminya...sukses buat hafiyyan...❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..jazakillah bu erni..smg Makin sukses jg ya utk bu erni .sy msh hrs banyak belajar Ney .Dr bu erni Salah satunya..hehehe

      Hapus
  2. Keren bunda..... semoga para sholgan kita semakin sholeh, terwujud cita-citanya....

    BalasHapus
  3. Mantulllll abissss......semoga ke depan sholgan tetap istiqamah dan sukses selaluuu....

    BalasHapus
  4. Tidak ada yang sia-sia bila mau berusaha dan tetap semangat ...
    Sukses selalu buat fiyan, naufal dan umi dewi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..terimakasih tante sita...doa yang sama untuk tante sita dan keluarga

      Hapus