Minggu, 20 Desember 2020

Variasi olah raga Senam untuk siswa SD


 

Bersyukurnya saya, diperjalanan hidup saya diberi pengalaman bergabung di dunia pendidikan, pengalaman menjadi guru siswa kelas 1 selama 1 tahun. Vanyak pembelajaran, pengalaman mengesankan yang saya dapati. Sharingnya menyusul ya..di tulisan lainnya .to be continued.

Tidak menyangka setelah bertahun tahun berkarir di Perusahaan dan setelah kuputusankan berhijrah, Allah langsung kasih kesempatan untuk menjadi guru 1 tahun dan lanjut diberikan amanah baru menjadi Kepala Sekolah.

Ini salah satu hasil karya saya selama berada di dunia pendidikan yang sesuai passion saya. Karya video lainnya bisa liat di youtube channel saya : Dewi Kurniasari, please like and subsribe yah bagi yang belum. πŸ™

Video ini dibuat untuk anak Indonesia yang saat ini perlu sekali tutorial, choreo/video/ link untuk Olah Raga, variasi olah raga anak saat home learning, saat pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena virus Corona Covid 19.

Manfaat olah Raga di saat PJJ untuk Siswa :

✔️Agar tetap semangat  mengikuti program pembelajaran dirumah.

✔️membuat Siswa selalu ceria dan happy

✔️menghilangkan kebosanan krn lama berada dirumah

✔️meningkatkan imun tubuh, terhindar Dr penyakit termasuk virus covid 19

✔️menyalurkan energi anak yang mmg perlu banyak bergerak dimasanya


Song : Ceria - J-Rock

Choreo by dewi sari

In frame :

🍁Alma Dan Jessica, siswa kelas 6 MIT An Nahl

🍁Dewi sari, Kepala Madrasah MIT An Nahl


Semoga bermanfaat.


#olahragaanak

#madrasahhebatbermartabat

Senin, 30 November 2020

Setiap Anak Terlahir Istimewa - from Untold Story "SCHAFF SENIOREN"

Tanggal 01 Desember 2020, tulisan ini saya upload di blog baru saya, tepat dihari ulang tahun ananda kedua saya, hafiyan Ahmad Naufan ke 18 tahun.

Tulisan ini dibuat di bulan Maret 2020 untuk melengkapi buku yang berisikan tulisan emak emak keren orang tua teman seangkatan fiyan di pendidikan di SMA Boarding School Al Bayan.

Saya memilih judul  tulisan " Setiap Anak Terlahir Istimewa"



Tiga tahun tinggal dan belajar di Pesantren Unggul Al Bayan bukanlah waktu yang sebentar, pastinya banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat. Jika ditanya untuk menyebutkan satu kata tentang  Al Bayan Sukabumi, saya akan menjawab “Menenangkan”, menenangkan karena saat di Al Bayan, terjaga lingkungan islaminya, dapat ilmu agama dan pastinya ilmu dunia. Orang tua tenang melepas ananda, anak pun tenang untuk menuntut ilmu di Al Bayan. Kecerdasan akademik dapat, atitude dapat, sholeh dapat…Insyaa Allah….

Dengan reputasi Al Bayan dimana setiap tahunnya lebih dari 90% lulusannya diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan Universitas lainnya yang ternama karena kualitasnya, bukan hal mudah bagi anak saya yang kedua ini untuk berjuang masuk ke Al Bayan. Secara hafiyan anak kedua saya ini terlahir dengan kemampuan akademik yang tidak terlalu menonjol dibanding kakaknya, tapi saya percaya setiap anak terlahir istimewa dan mempunyai jenis kecerdasan yang berbeda

Hafiyan mempunyai kecerdasan interpersonal, musical dll dan bukan kecerdasan matematis, sehingga  dari awal berjuang fiyan masuk Al Bayan bukanlah hal yang mudah. Awal test tidak lulus, tetapi diterima di Al Bayan cabang anyer. Karena kakaknya sudah sekolah di Al Bayan, saya berikhtiar minta kebijakan Kepala Sekolah untuk test ulang, hasilnya ? tetap tidak lolos ..hehehehe…tapi saya tetap berdoa dan membesarkan hati hafiyan untuk dengan ikhlas bersekolah di Al Bayan Anyer.

Dua kali test tidak diterima, akhirnya hafiyan pun menerima untuk sekolah di Al Bayan Anyer. Sebagai orang tua, saya tetap berikhtiar meminta kepada sekolah diberi kesempatan untuk bersekolah bareng kakaknya dan saat itu masih dijawab tidak bisa karena quota sudah penuh. Saya pun pasrah.

Qodarullah, saat kami sedang liburan, sebelum masa masuk Sekolah tiba, saya dihubungi oleh Kepala Sekolah yang pada akhirnya memutuskan untuk menerima hafiyan sebagai siswa Al Bayan Sukabumi, karena ada satu siswa mundur sebelum masuk Al Bayan. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, Allah mengabulkan doa kami. Allahu Akbar.

Anak saya yang kedua ini memang punya histori yang bagi saya luar biasa, saat masuk SMP Negeri Favorit nomor 1 se Jakarta Barat, fiyan berhasil lolos dengan peringkat dua dari bawah..hehehe…nyaris terpental, karena saat itu berlaku system quota. 

Tapi siapa sangka saat lulus dari SMP, dengan belajar giat dan semangat memperbaiki diri, hafiyan berhasil mendapatkan nilai ujian sangat baik, dan pastinya bukan peringkat rendah di SMPnya J. Saat ini kami berharap di Al Bayan pun, di akhir kelulusan, fiyan mendapatkan prestasi sangat baik , diterima di PTN yang diinginkan.Aamiin.

Tidak seperti kakaknya yang dari awal sudah mengincar program SNMPTN dan Alhamdulillah lolos di IPB di program tersebut, sepertinya untuk hafiyan memang harus berjuang keras, tapi kami sebagai orang tua hanya bisa berdoa dan support, tetap memberi apresiasi atas usaha kerasnya. Semoga akan indah pada akhirnya..Aamiin.

Lain si kakak lain si adek dan memang benar ya, setiap anak berbeda. JIka kakaknya saat masuk Al Bayan, perlu tangisan berderai di saat awal masuk Al Bayan. Sudah tak terhitung banyaknya tetesan air mata ketika mengantar saat awal masuk sekolah, saat liburan berakhir mengantar Ananda kembali ke Al Bayan, menangis bareng di kamar asrama, atau di teras masjid,  melihat Ananda tidak ikhlas ditinggal orangtuanya. Perlu jurus motivasi dan perkataan yang tertata rapi untuk menguatkan. Memang semua perlu waktu, perlu proses. Alhamdulilah pada akhirnya si kaka ikhlas menerima sekolah di Al Bayan dan berbuah manis di akhir kelulusan. Allahu Akbar.

Nah, kalau hafiyan ini lain, Alhamdulilah memang dari awal ingin bersekolah bareng kakaknya, jurus kami menginfluence hafiyan berhasil,hehehehe. Sejak kakaknya sekolah di Al Bayan, saya selalu promosi tentang Al Bayan melalui kegiatan kegiatan dan suasana serunya yang saya dapat dari grup Angkatan 18 Al Bayan,.Dari suasana asrama, kegiatan ibadah, ektra kurikuler, kegiatan awal pengenalan sekolah , saat idul adha, acara 17 an dll, akhirnya membuat hafiyan ingin bersekolah di  Al Bayan, sehingga saat awal masuk diterima, kami tidak perlu banyak mengeluarkan tangisan darah seperti halnya dengan kakak nya. Air mata sedikit mah ada…. J air mata kangen pastinya.

Melanjutkan kisah di Al Bayan, fiyan memang bukan termasuk penyumbang prestasi di Al Bayan, tapi bagi kami banyaknya perubahan sikap hafiyan selama sekolah di Al Bayan sudah membuat kami bersyukur.

Disaat akhir pun, saat kami telfon hafiyan sekitar jam 9 malam, beberapa kali kami dapati fiyan sedang berada dimesjid, belajar bareng teman temannya, dan beberapa kali belajar dibantu dengan temannya dan fiyan juga suka cerita belajar bareng guru saat di asrama. Semua dilakukan dengan senang hati, dengan semangat, tanpa ada keluhan. Bahkan sampai libur 4 hari dirumah pun, fiyan minta dicarikan guru privat. Kata Fiyan “ sayang waktunya mi…ak mau tetap belajar ah saat liburan”. Masyaa Allah, motivasi belajar yang luar biasa dari sekolah, dikelilingi teman teman yang baik dan saling support, guru guru  dan Kepala Sekolah yang juga hebat. Bersyukurnya kami bisa menyekolahkan anak anak di Al Bayan. Ditambah lagi orang tuanya yang super duper keren, kompak, saling support. Tak terhitung deh, support doa, saran membangun, tenaga dan yang pasti support makanan untuk sholgan. Luar biasahhh…Terimakasih ayah bunda angkatan 19.

Semoga air mata menahan rasa kangen yang terobati saat dapat foto dan video di grup Angkatan Al Bayan, dan doa serta munajat kepada NYA saat bangun ditengah malam mendapatkan hasil baik di akhir kelulusan. Aamiin, terimakasih kepada Kepala Sekolah , guru guru , pembina asrama dan staff Al Bayan yang telah membantu hafiyan menjadi lebih baik di segala hal, semoga semua diberi kesehatan, kebahagiaan dunia akhri dan menjadi timbangan amal kebaikan di akhirat nanti. Aamiin.

 

By : Dewi Kurniasari, uminya Hafiyan Ahmad Naufan


Dan...terimakasih kesayangan umi hafiyan...setelah tulisan ini diupload...di tanggal 01 Desember 2020.

Alhamdulillah, hafiyan berhasil lulus diterima di dua perguruan tinggi Negeri ternama, di Universitas Dipenogoro dan Universitas Padjajaran jurusan Ilmu Komunikasi.

Antara percaya dan tidak percaya, secara fiyan punya history nilai akademik yagn bukan kategori terdepan saat Sekolah dulu, Allahu Akbar...tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah..

You Are What you think..Allah berbuat sesuai prasakangka hambaNYA. 

Hafiyan terbukti selalu memberikan kejutan saat akhir jenjang sekolah, next..semoga lulus memuaskan ,sukses menyelesaikan pendidikan Sarjananya di Universitas Padjajaran..ilmunya dapat segera di manfaatkan bagi orang banyak..Aamiin

  


Minggu, 29 November 2020

Akhirnya aku menulis

 Yes...Alhamdulillah blog ini jadi juga...


setelah sebelumnya Alhamdulilah buku pertamaku berhasil terbit dengan judul "Memampukan diri untuk pergi Haji" tahun 2016 yang diterbitkan oleh Diandra Kreatif (www.diandracreative.com) dan Alhamdulillah sudah beredar ditangan pembaca sebanyak 100 lebih eksemplar..masih tersisa sekitar 5 buku dirumah...berminat ? bisa tulis dikomentar dibawah yah.... 😏 

terpikir untuk copas sebagian tulisanku di blog ini, agar semakin banyak bisa sharing ke orang lain.

Nah ini tulisan saya di bab pertama buku pertama saya.....cekidot..... 

“Menulis ? “..hmmm.. sejak aku masih di usia sekolah, tak pernah kepikiran selintaspun untuk menulis. Tapi memang kadang aku suka mengisi waktu dengan membaca, walaupun sebenarnya nggak suka-suka banget sey  dengan hobi membaca. Kalau lagi mood, ngibrit deh ke toko buku..beli buku-buku yang best seller...atau kalau ada teman merekomendasikan novel atau bacaan yang bagus…langsung searching di toko buku online, dan walaupun setelah dibeli...paling awalnya doank dibaca..dah baca setengah, biasanya lama tamatnya tuh buku..hi..hi...Nah nggak tau juga persisnya sejak kapan, kadang terlintas juga di pikiranku untuk mulai mencoba menulis. Dan sejak beberapa tahun lalu..di waktu luang, kucoba menulis hal-hal kecil dan simple yang menjadi pemikiranku. Biasanya tulisan singkatku hanya aku simpan saja di komputer. 

Dari membaca, ku mendapati diriku ter-motivasi, terhibur, dapat ilmu baru…pengalaman baru….dan jadilah aku ingin menjadi penulis, ingin menulis sebuah buku…ingin bisa menghibur orang..ingin mencoba sharing..mencoba memberikan motivasi…ingin menyampaikan pemikiran. 

Dan pada akhirnya kuputuskan untuk menulis buku, mencoba mengajak dan memotivasi orang lain untuk bisa segera merasakan nikmatnya menjadi tamu Allah dirumahNYA…lagi..dan lagi….karena once kita bisa pergi ke Baitullah, efek semangatnya bisa menular ke teman-teman dan saudara yang ada didekat kita. Pernah nggak merasa, kalau kita dapat undangan walimatul ursy atau mendengar teman atau saudara kita pergi  haji, pastinya ada pemikiran di dalam hati kita untuk ikutan bisa pergi kesana, paling tidak ada pertanyaan dihati “kapan yah aku bisa kesana“ atau bagi yang sudah pernah berkunjung ke Baitullah, pastinya ada pertanyaan dalam hati “kapan yah aku bisa kesana  lagi ?? “

Keinginan untuk mencoba menulis buku semakin diperkuat saat kubaca selintas slogan bertuliskan “Minimal satu buku seumur hidup” …ya..bener juga tuh slogan...memang sepatutnya kita kudu bisa menulis buku..karena jika kita meninggal nanti..seperti kita ketahui bahwa hanya amalan yang akan menemani kita di alam kubur, seperti Hadits Rasulullah :

Yang mengikuti mayit ke kuburnya ada tiga, lalu dua kembali dan yang tinggal bersamanya hanya satu; yang mengikutinya adalah keluarganya, hartanya dan amalnya, lalu kembali keluarga dan hartanya, dan yang tinggal hanya amalnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Nah…dalam rangka usaha untuk memiliki amal yang bisa dibawa ke akhirat nanti ..kayaknya salah satu usahanya ya dengan menerbitkan buku…berharap kelak buku kita bisa menginspirasi orang lain..bahkan bisa menginspirasi orang yang tidak kita kenal sekalipun..sehingga Inshaa Allah..pahala bakalan mengalir deh tuh

Selama ada yang membaca buku kita, dan jadi terinspirasi dan termotivasi..apalagi kalau orang yang membacanya, akhirnya bisa terealisasi untuk berangkat ke Baitullah, pastinya pahalanya bakal kecipratan ke kita juga sebagai yang secara tidak langsung membantu memotivasi, walaupun pastinya semua terjadi atas kehendak dan kuasanya Allah SWT.  

Efek dari  buku yang kita terbitkan dan dibaca oleh orang lain,  bisa memberikan aura positif dan bahkan bisa menularkan motivasi kepada orang lain disekeliling pembaca buku kita. “Getok Tular” istilahnya,  istilah getok tular menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, berarti ’dari mulut ke mulut’, misalnya dalam penyebaran berita, ajakan, fitnah, dan sebagainya. Jadi, getok tular adalah istilah komunikasi informal. Komunikasi model ini biasanya terjalin dari hubungan antar pribadi secara langsung.  Getok Tular bisa menularkan hal yang negatif tetapi bisa juga menularkan hal yang positif dan disampaikan dari mulut ke mulut secara berkelanjutan. Jadi orang yang membaca buku kita, dan menjadi termovasi, bisa menceritakan pengalaman termotivasi tersebut kepada orang lain, sehingga menjadi termotivasi juga…begitu seterusnya…Insyaa Allah pahala nya juga jadi double..Aamiin....

Dengan menerbitkan buku, setidaknya bisa membuat kita menjadi “semakin” bermanfaat bagi orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain ???.

Nah..apalagi sekarang lagi trend-trendnya menulis buku..jadi harusnya jika kita mau belajar cara menulis buku…lebih mudah ..bisa ngintip di internet. Selain itu, banyak penulis baru bermunculan..tidak sedikit..yang baru menulis satu buku, bisa langsung melejit bukunya...banyak juga seminar tentang cara menulis buku, tidak sedikit pula kita dapat menemukan ilmu gratis dari internet tentang cara menulis yang baik, cara sukses menerbitkan buku, dll...jadi tidak ada alasan untuk tidak menulis. Apalagi ada lagi ney quote tentang menulis buku : “Kalau anda ingin melihat dunia, membacalah! Kalau engkau ingin dilihat dunia, menulislah!”, 

nah kupikir, quote itu  benar juga. Dengan menulis buku, kita bisa dikenal dunia..tapi ya bukan karena mau tenar juga lah, walau itu bonus kalau buku kita laku dipasaran…tapi untukku, lebih kearah tujuan biar bisa menyampaikan hal-hal baik kepada orang banyak. Dan pada akhirnya jadilah aku ingin sekali menulis sebuah buku.

Keinginan untuk menulis sebuah buku yang juga kupanjatkan dalam salah satu doaku disaat aku berhaji di tahun 2010, kembali bermain-main dipikiranku… doa yang tidak direalisasikan dengan action..kemungkinan besar hasilnya NILL.  Ya sebenarnya memang sudah sejak lama aku ingin menulis sebuah buku..tapi karena tergilas dengan kegiatan rutin bekerja, dan berkeluarga…semua niat yang ada,  tanpa diwujudkan dengan usaha yang keras…ya tidak akan menghasilkan apa-apa. 

Jadi sejak tahun 2014 akhir, kupaksa diriku untuk disiplin rutin menulis, mendisiplinkan untuk rutin menulis setiap pagi sebelum mulai bekerja.  Seperti judul sebuah lagu, aku pasti bisa…karena konon kata penulis-penulis terkenal, kemampuan menulis itu bukan bakat..bisa menulis karena ada kemauan dan niat yang kuat, dan menulis pastinya butuh keahlian yang pastinya bisa karena proses belajar,  karena diasah, karena di coba..dan dipraktekkan ..yuk Maree kita menulis πŸ‘

Cerita dan sharing yang kutulis di dalam buku ini, sering kuceritakan kepada teman, sahabat dan saudara.  Setiap ketemu teman baru yang sudah akrab denganku,  akupun sharing dan bercerita, ada kesempatan bicara akrab dengan teman or saudara, aku cerita.. namun akhirnya ku berfikir… daripada sharing dan ceritaku hanya didengar oleh orang-orang terdekat, aku mulai mencoba untuk membagi kisahku,  hasil pemikiranku, pengalaman ku dan juga pengalaman teman   dan saudara  kepada target yang lebih luas..bahkan untuk orang lain yang tidak mengenalku.. ya pastinya dengan cara menulis sebuah buku, sehingga akan lebih banyak lagi orang yang mengetahui ceritaku, mengetahui cerita teman dan sarudaraku yang bisa diambil hikmahnya

Dengan menulis, kita bisa sharing pemikiran, sharing pendapat, sharing ilmu. Sayang kalau semua nya hanya tersimpan rapi dalam memori. Ku berharap cerita, pemikiran dan sharing-ku ini bisa menjadi bahan inspirasi dan dijadikan motivasi, diambil hikmah dan pelajaran, dan minimal bisa menjadi hiburan tersendiri bagi yang membacanya,  hingga pada akhirnya ku harapkan aku bisa lebih dapat bermanfaat bagi orang lain, walaupun masih jauh dari harapan.

Mencoba menerapkan Hadits Rasulullah, diriwayatkan dari Jabir berkata, Rasulullah SAW bersabda, ’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni). Tidakkah lebih baik jika pengalaman diri, pemikiran dan pembelajaran yang dialami diwujudkan menjadi sebuah tulisan yang mungkin bisa bermanfaat untuk para pembaca. Semoga bisa menjadi tabungan kebaikan di dunia dan akhirat. Dan satu lagi hadits Rasulullah yang ingin kuterapkan : “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)…nah didalam buku ini lumayan ada lah..ayat-ayat yang bisa ku sharing..yang terkait dengan apa yang kusampaikan...semoga bermanfaat bagi yang membaca. Ya namanya juga usaha…sebagian dari ikhtiar...ikhtiar untuk semakin dekat dengan Nya…ikhtiar untuk semakin dicintai Sang Khalik.

Buku ini menyampaikan hasil pengalaman, pemikiran, pembelajaran dari kehidupan ku sehari-hari juga dari pengalaman hidup teman dan saudara…juga sharing dari literatur dan sumber ilmu yang luas, paling mudah dan simple…sumber dari ‘mbah Google”..he..he.. intinya aku mencoba ingin mengajak dan memotivasi pembaca untuk tujuan mulia, yaitu bisa segera berhaji di usia muda, dan berkali-kali bisa ke Baitullah…ke rumah Allah, tempat kiblat, tempat arah dan tujuan kita sholat 5 x dalam sehari..poros seluruh umatNYA berkiblat…arah tempat menghadap dalam sholat 5 waktu. 

Pastinya banyak hikmah dan perasaan yang kuat serta luar biasa amazing tatkala kita sudah bertamu kesana…menjadi tamu Allah. Nikmat, takjub, bahagia, besarnya syukur yang  tak tergambarkan sampai merasuk kehati yang terdalam..serius…ini beneran..he….coba tanyakan kepada orang-orang yang pernah kesana…atau ada diantara pembaca pasti ada yang sudah kesana..bener kan yang aku bilang..bahwa nikmatnya tak tergambarkan..nah kita yang sudah pernah kesana, pastinya akan menceritakan dengan antusias..dengan rasa haru dan syukur yang mendalam disertai mata berkaca-kaca…dan kadang tak terasa air mata pun bergulir tanpa kita minta… tak terlukiskan nikmatnya…                                                   

Jangan heran apabila kita sudah kesana…baru kembali  ke tanah air-pun, kita pasti sudah kangen lagi…ingin bisa kembali kesana….lagi..dan lagi….ku ingin agar semakin banyak umatNya yang bisa merasakan kenikmatan itu…nikmat ber khalwat (berdua-an) dengan Sang Penguasa Alam dan isinya…Sang Pemilik Jiwa..nikmat mengunjungi rumahNya..nikmat sholat didepan Kabah yang setiap kita sholat ditanah air,  kita  pandangi dalam sajadah ..tempat kita ber-kiblat. Nikmat saat sholat bersama dengan hamba-hambaNYA yang lain yang berasal dari setiap sudut bumiNYA….....nikmat saat memasuki Masjidil Haram, menikmati suasana umatNya bersama-sama mendatangi masjid saat adzan berkumandang..nikmat saat memasuki Masjid Rasulullah... nikmat saat  mengelilingi kabah untuk berthawaf ...apalagi nikmatnya berthawaf seorang diri…hanya dengan NYA… hanya DIA yang bisa menjaga kita..siapapun takkan bisa..suami..ibu..ayah..anak, hanya DIA yang Kuasa, nikmat sekali ber-pasrah padaNYA… memujiNYA..karena memang DIA yang pantas dipuja.. tempat meminta, tempat berlindung, tempat berserah diri…dan disembah…kupenuhi panggilan MU Yaa Allah….